Senin, 15 Agustus 2016

Mengukir Kenangan

Tiga tahun itu lama, tak sesingkat yang kau kira,
Tiga tahun itu lama, tak secepat kau mengedip mata.
Tak terasa tiga tahun itu berlalu, 
Begitu banyak memori-memori yang pudar lalu menghilang,
Ditelan sebuah lupa, yang semakin menua dan menganga.

Namun ada satu ingatanku yang selalu teringat, 
Terutama disaat-saat bulan seperti sekarang ini,
Disaat semua orang dari segala penjuru negeri ini, gagap gempita mengingat puing-puing sejarah yang diwariskan oleh para leluhur, mengenang sosok-sosok para nenek moyang yang berjuang memerdekakan negara yang telah lama mereka idam.

Aku... Kita.. Mungkin punya sejarah tersendiri yang kelak akan kita kenang lalu kita ceritakan kepada anak-anak dan cucu kita,
Mungkin ini sejarah yang jauh lebih sederhana dibandingkan perjuangan para leluhur kita, namun ini adalah sejarah kita, cerita kita, yang akan kita banggakan kepada penerus-penerus kita.

Teruslah mengukir cerita kita sendiri kawan, sebuah sejarah yang mungkin akan selalu kita kenang, walaupun itu adalah sebuah cerita yang sangat sederhana, asalkan itu bermakna, dan berguna bagi sesama, tak jadilah mengapa.

Teruskanlah untuk berkarya teman,
Walau kita tak lagi bersama dalam satu pilar, dan telah berpijak dengan kaki kita masing-masing di sudut-sudut penjuru yang mungkin berbeda,
Asalkan kita masih satu jiwa, tak jadilah mengapa.

Teruslah berjalan, dan melangkah, buatlah bangga negeri tercinta, yang semakin lama semakin menyiutkan nyali kita untuk mengudara ke cakrawala.

Bersama, sambutlah hari baru negeri ini,
Dirgahayu indonesia

Share Link :
https://m.youtube.com/watch?v=hsBnJlBtRRA

Selasa, 09 Agustus 2016

Hari Lahir

Adalah waktu, yang terkadang membuat lupa bahwa kini aku semakin dewasa.
Adalah waktu, yang membuatku sadar, bahwa aku adalah manusia yang tak punya apa-apa, terkecuali hanya sebuah jasad yang tak berguna.
Juga waktu, yang membuatku ingat, bahwa Tuhan tak akan menilai kita dari harta dan rupa, terkecuali sebuah hati dan amal yang kuperbuat.

Tuhan, kini umurku berkurang, bukan bertambah,
Kiranya Bimbinglah aku untuk selalu berjalan di Jalanmu, jalan yang Engkau ridhoi.
Berikanlah aku petunjuk kearah Rahmat-Mu.
dan Tabahkanlah hatiku untuk menghadapi segala cobaan-Mu.

Jumat, 29 Juli 2016

Seperti Remaja

Segala yang pernah tercipta tak mudah untuk dilupa.
Segala yang pernah dicinta tak mudah untuk sirna.
Sedikit saja luka, akan timbul jutaan duka
Sedikit rasa suka, akan tercipta bahagia yang tak terhingga.
Setidaknya itulah yang aku rasa dulu.
Dulu sekali...

Sudah sepantasnya suka dan duka mewarnai setiap cerita sepasang remaja.
Tak heran mengapa remaja terkadang merasa acuh, ketika sedang dirindu berdua.
Pun tak jarang ia mengurung diri, ketika sebuah derita sesekali melanda.
Siapa bilang aku tak rindu masa-masa itu?
Ya... aku memang rindu...

Bersyukurlah wahai remaja yang tidak ada satu pun penghalang untuk saling bertatap muka.
Karna tak sedikit sepasang, dua pasang insani menjalin rasa dalam sepi sembunyi.
Perihal hasrat rindu yang tak jua terobati, mengubahnya berani dalam sembunyi agar tiada satupun yang lain mengetahui.

Andai aku seperti seorang remaja itu.
Andai hati ini berani seperti mereka.
Dan andai tiada penghalang, yang menerjang menjadi penghadang.
Pun aku hanya bisa berandai dan selalu bertanya pada waktu.
Kiranya, kapan aku dan kamu akan dipertemukan?

Senin, 18 Juli 2016

Merah Jambu dan Tisu Abu-abu

Aku selalu ingat wahai merah jambu,
Ketika kau berdiri diantara sekumpulan merah jambu selainmu,
Aku selalu menemukanmu lewat tisu abu-abumu.

Aku takkan lupa wahai merah jambu,
Ketika jalanmu mengiringiku,
Kembali ke rumah untuk berkeluh kesah.

Masih juga tersimpan jelas di ingatanku,
Ketika kau dalam antrian yang membuatmu menunggu,
Menuju ke depan peti harta merah darah.

Walau waktu takkan menuju kembali ke masa itu,
Takkan hilang bayang rona malu merah wajahmu,
Yang selalu tertutupi tisu abu-abu.

Selasa, 14 Juni 2016

Selingkuhan dari Selingkuhan

Air mata mengalir bersama luka
Mewarnai hati dengan sejuta derita
Disaat aku terlambat membuka mata
Kau sedang menjalin canda dengan dirinya

Mungkin cinta yang membuatku buta
Yang salah memandangmu sebelah mata
Lelaki yang dulu menjadikan hati ini berbunga
Kini membuangku seperti tiada guna

Aku yang lebih dulu mengenalmu
Aku yang lebih dulu bersamamu
Aku yang lebih dulu mencintamu
Kini menjadi selingkuhan dari selingkuhanmu

Telah lupakah setiap kata yang pernah terucap?
Sehingga kau tega merubah satu menjadi dua
Atau memang aku hanya pelampiasan saja?
Jikalau memang iya, aku pun tak mengapa
Karena aku percaya, hukum karma pastilah ada

Senin, 13 Juni 2016

Aku Rindu, Aku Ingin Menemuimu


1. Aku bisa titipkan salam pada temanmu, aku pun bisa mengirim surat padamu, namun aku tak sudi, aku takut kalau-kalau kau membenciku.

2. Aku bisa menelfonmu, pun aku bisa mengirimkan pesan pendek untukmu, namun aku tak mau, aku takut kau ragu untuk menemuiku.

3. Aku bisa mendatangi rumahmu, aku juga bisa menjemput di tempat kerjamu, namun aku tak ingin, aku takut kau akan menghindariku.

4. Tak ada hal yang tak bisa untukku menemuimu, tak ada hal yang tak mungkin untukku, tapi aku tak mau melakukannya, aku tak ingin.

5. Aku takut, aku hanya rindu sendiri, aku takut tiada sedikit rindu darimu untukku, aku takut jika nanti kau menertawakanku.

6. Hanya berpasrah pada kehendak Tuhan yang Maha Kuasa, untuk mempertemukanmu denganku, di suatu saat, di suatu tempat, yang tak pernah kita duga, yang tak pernah kita rencana.

7. Jika itu terjadi, mungkin akan ku tuangkan rindu itu, walau hanya sekejap mata, untuk memandangmu, menyapamu, menyentuhmu, mengirup wangi tubuhmu, dan mendengar suara lembut bibirmu.

8. Andai saat ini aku bisa bertanya padamu atas rinduku, aku pasti sudah tidur pulas dari tadi, hingga aku tak perlu menghabiskan waktuku memikirkanmu sampai detik ini yang sudah terlewat dini hari.

9. Ahh.. tidak-tidak.. aku tidak akan pernah menanyakan rindu itu padamu, karena aku takut untuk mendengar jawaban darimu atas rinduku.

Minggu, 29 Mei 2016

Negeri Para Boneka

Inilah negeri tempat kakiku bicara
Negeri yang dicipta untuk para boneka seperti kita
Indah namun semu, semu namun nyata

Selaras pandang dari ujung hingga ke ujung
Apakah ada yang membuat hatiku tertarik?
Namun hati tak pernah menipu mata
Adalah kamu yang membuat semua itu menjadi nyata
Harapan-harapan baru kini tercipta

Inilah negeri tempat kakiku berdiri
Tempat para boneka mencari jati diri
Untuk wujudkan masa depan abadi

Sebagaimanapun juga kamu, hai boneka cantik
Irama langkahmu penggugah semangat para boneka pencari mimpi
Nyanyian sepatumu terus terngiang terbawa mimpi
Itulah kau yang membuat aku bertahan di negeri ini
Hai boneka cantik, sudilah engkau menjadi harapanku selanjutnya.