Minggu, 29 Mei 2016

Negeri Para Boneka

Inilah negeri tempat kakiku bicara
Negeri yang dicipta untuk para boneka seperti kita
Indah namun semu, semu namun nyata

Selaras pandang dari ujung hingga ke ujung
Apakah ada yang membuat hatiku tertarik?
Namun hati tak pernah menipu mata
Adalah kamu yang membuat semua itu menjadi nyata
Harapan-harapan baru kini tercipta

Inilah negeri tempat kakiku berdiri
Tempat para boneka mencari jati diri
Untuk wujudkan masa depan abadi

Sebagaimanapun juga kamu, hai boneka cantik
Irama langkahmu penggugah semangat para boneka pencari mimpi
Nyanyian sepatumu terus terngiang terbawa mimpi
Itulah kau yang membuat aku bertahan di negeri ini
Hai boneka cantik, sudilah engkau menjadi harapanku selanjutnya.

Senin, 11 April 2016

A Night to Remember

Malam ini aku teringat, ketika kau dulu menyapaku pertama kali,
Bukan hanya senyummu, bahkan nada dan kata yang kau ucap dulu masih tersimpan jelas di otakku.
Malam ini aku teringat, ketika saat kau mengajakku pergi ke atap gedung sekolah, lalu kau bercerita tentang apa pun yang kau alami, dan kau membuatku menikmati setiap ucap yang keluar bibir manismu.
Aku teringat jua ketika hari-hariku semakin dekat denganmu, tak ada wanita lain yang memenuhi hayalanku selainmu. Namun itu dulu.. Jauh sebelum aku mengenalnya sekarang..
Malam ini adalah malam dimana aku ingin mengingat semua moment-moment ketika aku masih bersamamu dulu. 
Walau tak sedikit cerita duka bersamamu, entah kenapa, malam ini aku ingin sekali mengingatmu.. 


Mungkin karena aku benar-benar telah rindu kepadamu.

Senin, 07 Maret 2016

Wanita Bercadar Tisue

Aku tak harus melakukan itu sehingga aku seolah-olah mengabaikanmu...
Seperti aku tak melihatmu, seperti aku tak memperdulikanmu...
Ya jangan melihatmu, kurasa begitu...
Dan berawal dari senyum saling sapa seharusnya aku lari,
seharusnya aku tak bermain-main dengan hati yang seolah tak mendengarnya...

Tanpa kata, kau biarkan aku mengerti cinta
Tanpa kata, kau membuatku menahan nafas walau ku lari seperti ini..
Tanpa kata, cinta ini meninggalkanku dan cinta ini membuangku..
Apakah kamu melihat air mata yang mengalir dipipiku??

Terkadang kamu begitu sangat dekat sehingga aku bisa gapai hatimu,
meski itu hanya seolah-olah...
Namun bila aku melakukannya, kamu akan mulai menjauh dariku,
alangkah mengesalkan sekaligus mendebarkan.. kamu membuatku gila...

Aku mohon, tetaplah disini karena aku membutuhkanmu..
Tapi jika kamu tetap pergi beri aku kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan dan jangan pernah lupakan aku..
Jika suatu saat kita berjumpa lagi dikemudian hari kuharap tak ada salam perpisahan yg terucap..

Lalu, yang harus ku katakan selanjutnya datang tanpa kata..

Senin, 29 Februari 2016

Ketika Mamihh Curhat

Ketika mamihh curhat..
Betapa banyak kegalauan yang menghinggap,
Hingga tak kuasa ia menahan lelehan air mata,
Untukmu, untukku, untuk kita..

Ketika mamihh curhat..
Betapa kusyu' nya ia memanjat doa,
Di sepertiga malamnya yang terjaga,
Demi kamu, demi aku, demi kita..

Ketika mamihh curhat..
Betapa syahdu ia bercerita kepada Sang Kuasa,
Di ujung kegelisahan masa mudanya,
Sebelum ia bertemu dengan papaa..

"Ku redam... Kini hadir lagi dukaku, lukaku,
dan ketidakberdayaanku yang berkepanjangan..
Namun tidak... Aku tak ingin menangisi semua ini,
Karna aku tau.. Itulah kenyataan yang terjadi..
Walau sungguh teramat perih dan pedih..

Ya Allah...
Tak ingin aku terhempas.., kalah.., lalu menyerah,
Aku merasa akan datang masa itu..
Dimana saat do'aku akan terjawab..
Saat penantianku tlah berujung..
Dan indah hari~Mu menyapaku..

Ampuni aku ya Robbi...
Karena aku terlalu berharap lebih dari apa yang Engkau beri..
Karena Engkaulah sang pembolak-balik hati,
Maka, ku pasrahkan semua ini pada~Mu..
Hingga Engkau akan hadirkan sesuatu yg seharusnya menjadi milikku dengan ijin~Mu.."

Setelah mamihh curhat..
Betapa ringannya ia tersenyum,
Seolah beban tak lagi memeluknya,
Padamu, padaku, pada kita..

Sabtu, 16 Januari 2016

Setia

Setia itu konstant, ngga berubah, walau banyak godaan didepan.
Setia itu konstant, sedih senang tetap saja senyum.
Setia itu konstant, tetap ada di segala macam cuaca.
Pokoknya setia itu konstant, kalau ngga konstant berarti ngga setia.

Setia itu bukan seperti buaya, kadang di air, kadang di darat, ngga jelas.
Setia juga bukan seperti kupu-kupu, tak hanya siang, malam pun sering berkeliaran.
Setia itu seperti kambing, tiap hari makan rumput, ngga pernah makan nasi.
Setia juga seperti ikan di kolam, walaupun dibiarkan, dia ngga akan mau keluar dari dalam kolam.

Setia itu ya aku, dari dulu ngga laku-laku.
Setia itu memang aku, dari dulu hanya kamu yang ku rindu.
Setia itu sepertiku, walau ngga sempat mandi, tapi tetep wangi.
Setia itu aku, ada atau tidaknya kamu disini, aku tetap makan setiap hari.

Setia itu bukan seperti alfamart, yang buka cabang dimana-dimana.
Setia juga bukan seperti nilai tukar rupiah, sukanya berubah-ubah.
Setia itu seperti tol cipali, lurus ngga belok-belok.
Dan setia itu juga seperti kamu, ada dan tidaknya aku, kamu tetap saja bersama DIA.


Rabu, 30 Desember 2015

Aku Menyerah

Aku menyerah dinda, aku menyerah mengejarmu,
Kau begitu cepat berlari di depanku,
Sejengkal jarak yang seharusnya bisa kukejar untuk meraihmu, kini semakin melebar jauh,
Itu karena kau yang semakin melesat, dan aku yang semakin lambat.
Ibarat kau berlari dengan sepatu roda, aku berlari dengan kaki telanjng di atas jalan penuh duri,
Duri-duri yang memang sengaja engkau sebar, hanya untuk membuat jarak dgn ku.

Aku menyerah dinda, aku menyerah mengejarmu
Karena sekarang aku paham, akan ke arah mana engkau berlari menuju.
Cahaya cerah di depan menunggumu, dengan segala harapan yang menggiurkan untukmu.
Tak ada alasan lagi untuk hanya sekedar menoleh kebelakang, yang gelap, pengap, dan penuh ratap, yang tidak ada seberkas sinar cerahpun, terkecuali hanya sebatang lilin usang dengan remang api yang menari-nari diujungnya.

Aku mnyerah dinda, aku menyerah mengejarmu
Karena tak ada alasan lagi untukku menghalangimu
Mencari cahaya yang lebih terang dariku agar kaupun dapat menjadi bayangan yang lebih sempurna.

Aku menyerah dinda, dan kini aku akan berhenti mengejarmu, cukup sampai disini aku di belakangmu, dengan darah kaki yang penuh duri, akan coba ku putar arah langkahku untuk mengobati lukaku sndiri..


Minggu, 08 November 2015

Aku dan Lelehan Cadburry

Jika menunggu adalah hal menyakitkan,
Bagiku menunggumu adalah hal yang mengasikkan,
Jika menanti adalah hal yang membosankan,
Untukku menantimu adalah hal yang senang kulakukan,
Tak ada hal yang paling istimewa selain menunggumu,
Menunggumu menyiapkan senyuman untukku,
Menunggumu bermake up cantik untukku,
Juga menunggu pelukkan hangat yang mungkin akan kau hadirkan untukku.

Aku suka menunggu karena itu memang diriku,
Diriku yang kuat terhadap cobaan waktu,
Diriku yang bisa bertahan siksaan menunggumu,
Aku suka menunggu bukan karena aku tak ingin cepat menemuimu,
Tidak lebih itu karena aku menghargaimu yang tak ingin diburu-buru olehku,
Kadang aku berlagak sok kuat agar kau bebas dengan duniamu,
Bebas dengan segala aktifitas dan rutinitas yang aku tak pernah tahu.

Mungkin kau merasa aku tak penting untukmu,
Layaknya sebuah coklat cadbury yang baru kubeli,
Dia dapat bertahan hingga batas masa berlakunya,
Begitupun jika kita coba melihat dari wujud luarnya mungkin
Semua akan tampak sempurna,
Namun kau tak akan pernah tahu bagaimana wujud aslinya,
Tanpa kau pernah menyentuh bagian dalamnya,
Dia akan sekeras batu es jika dalam penantian masanya ia berada di lemari pendingin,
Namun dia juga dapat meleleh seperti lilin, jika dihabiskan masanya dalam suhu yang amat panas,
Jika aku diibaratkan coklat cadbury, maka di hadapanmu pun aku masih bisa tersenyum,
Namun kau tak pernah tau jika terlalu lama menunggu, hatikupun mungkin bisa menjadi beku sekeras es atau meleleh seperti lilin,

Untuk cadbury, kau lebih suka memakannya langsung setelah membeli? atau kau akan menyimpannya dalam freezer terlebih dahulu? Atau mungkin kau akan membiarkannya meleleh lalu baru kau makan?

Dan untukku sendiri, kau lebih suka menemuiku langsung tanpa membuatku menunggu? Atau kau akan membuatku menunggu dahulu, baru kau akan sudi menemuiku?
Jika kau ingin aku menunggumu, lalu sampai kapan?
Apakah sampai nanti aku sadar, jika kau memang sengaja melakukannya untukku? Karena kau menyiksaku untuk menunggumu.