Sabtu, 21 Februari 2015

Tentang November, Desember, Januari dan Februari


November..
Aku berjalan menuju goa sempit.. bau.. gelap..
Menuju satu titik diujung yang jauh,
Menuju ketempat yang terang menyala,
Goa ini tak ubahnya seperti sebuah celah
Seperti diantara bangunan satu dan satunya lagi, yang tinggi dan panjang
Hanya satu yang ada dibenakku saat itu,
Untuk harus secepatnya melewati goa ini, goa yang tak kuingini

Desember..
Di akhir sebuah lorong, terhamparlah sebuah tebing terjal,
Nyata di hadapanku, di depan mataku,
Hanya ada jalan setapak kecil berbatu yang curam,
Yang bila tiada waspada, kita akan jatuh terjerembab,
Kulalui setapak demi setapak, kepegang dinding-dinding tebing sebisaku,
Hanya satu yang jadi penyemangatku,
Satu niat kecil yang telah menggiringku ke dalam situasi ini

Januari..
Aku telah sampai kedasar tebing, yang berlumpur dan basah,
Aku menyusuri sebuah jalan kecil lagi, kearah depan sejauh 5 meter,
Dan diujungnya terdapat sebuah lobang kecil seukuran 2 kali badan orang dewasa,
Di dalam sana terdapat sesuatu yang berkilau-kilau,
Sebentuk benda putih yang memantulkan cahaya dari celah-celah kecil diatas goa,
Sebentuk batu kristal warna-warni bertebaran di bawah dan di dinding-dinding goa,
Aku pun mulai mengambilnya satu persatu, menempatkannya pada sebuah karung kain hitam

Februari
Puas mengambilnya, aku menutup dan mengikat karung hitamku,
Aku pikul di atas pundakku, cukup berat ternyata..
Dan sebelum aku mencoba keluar, terdengar bunyi gemuruh dari luar lobang goa tempat aku sekarang,
Aku pun keluar dari pintu goa, terlihat tanah dan batu berserak didasar tebing,
Dan ternyata satu-satunya jalan tempat aku turun tadi,
Disinilah aku harus berfikir bagaimana cara aku untuk kembali keatas sana
Untuk kembali menjalani kehidupan ku pada Maret, April, Mei dan seterusnya..

Dari November aku belajar, betapa pentingnya kesabaran dalam berusaha,
Karena tidak selamanya apa yang kita ingini tercapai dengan instant tanpa hambatan,
Sedang Desember mengajarkan untuk fokus dan pantang menyerah, mengahadapi segala hambatan
yang kadang menghadang jalan kita untuk mencapai tujuan kita,
Dalam Januari aku tau, bahwa keberhasilan tidak perlu untuk disombongkan,
Karena kesombongan sangatlah dekat dengan keserakahan dan hendaklah selalu bersyukur untuknya,
Februari mengingatkan kita, bahwa usaha saja tidak cukup untuknya meraih apa yang kita ingin,
Setidaknya dengan berdoa, kita menjadi lebih yakin dengan apa yang akan kita jalani,
Karena sekeras apapun kita berusaha, jika Tuhan telah berkehendak lain, kita tak bisa mengelaknya



 

Rabu, 01 Oktober 2014

OKTOBER PAGI

Selamat datang pagiku
Selamat datang mentariku
Selamat datang Oktoberku

Pagi hari adalah awal dari suatu cerita kita di hari ini
Ibarat orang berlomba, pagi hari adalah titik START nya
Disinilah kita dituntut untuk selalu ceria
Karena keceriaan di pagi hari akan ikut menentukan masa depan hari itu
Sesuatu hal jika diawali dengan keceriaan, akan terlihat begitu mudah
Mudah untuk menjalani, dan mudah untuk menghadapi

Keceriaan akan menghadirkan energi positif
Tidak hanya dalam diri kita sendiri
Tapi juga untuk orang lain
Keceriaan adalah awal dari kebaikan
Dengan keceriaan kita dapat lebih semangat beraktifitas
Dan dalam keceriaan kita dapat membangun sebuah harapan

Selamat pagi hariku
Selamat pagi duniaku
Semangat pagi kawanku

Senin, 29 September 2014

Panas Sudah

Hari ini sangat panas
Buktinya sekarang tidak hujan
Matahari sedang gagah memancarkan dayanya dari atas sana
Hari ini tidak mendung
Buktinya aku masih melihat matahari
Matahari memang sedang memancarkan dayanya dari atas sana
Hari ini panas dan tidak hujan
Aku tau...

Karena Panas, Aku terbangun 
Resah, gelisah dan basah
Keringat membanjiri tubuh sudah
Sekejap kamar ini menjadi sauna
Kipas angin seolah tak berarti dipojok sana
Hingga tiupan angin pun juga membawa udara panas saja
Seolah semua telah bersekongkol menyiksaku
Minyiksaku dalam kegerahan ini
ohh.. sungguh panas kotaku
Sungguh panas negriku

Jikalau dunia sepanas ini, bagaimana dengan akhirat nanti??
Pagi Itu...

Pagi itu...
Ketika matahari sudah berjalan ke arah yang terang
Lalu penjual bubur ayam depan komplek sudah memukul mangkoknya dengan sendok
Serta orang yang sudah berlalu lalang lewat depan rumah

Pagi itu...
Ketika jam dinding kamar mengarah di jam 5 tepat
Lalu pompa air rumahku sudah mulai berbunyi
Dan sudah ada suara orang bernyanyi di dalam kamar mandi

Pagi itu...
Ketika alarm ku sudah bunyi
Dan aku terpaksa bangun walaupun malas
Lalu aku ambil air wudlu dan sholat

Pagi itu...
Ketika aku sudah selesai mandi dan berdandan rapi
Lalu aku buka jendela kamar, mempersilahkan masuk udara pagi
Dan aku sapa burung-burung yang sedang bernyanyi *kalo lewat*

Pagi itu...
Seperti pagi ini, seperti pagi kemarin, dan esok pun mungkin juga iya
Setiap pagi adalah awal dari lembaran hidup hari itu
Suasana hati dipagi hari akan mempengaruhi aktifitasmu hari itu

Maka dari itu, bersemangatlah disaat pagi, apapun aktifitasmu
Karena beda orang, beda pula aktifitas paginya, belum tentu sama
Senyum dan sambutlah petualangan barumu di hari itu
Pagi itu indah, pagi itu cerah.. *nggak berlaku jika waktu mendung*
HARI MINGGU

Ini hari minggu
Aku menunduk lesu menunggu kaku
Disebuah lorong biru tak berpintu
Ini hari minggu dan aku tahu
Disaat keyakinan dikalahkan oleh ragu
Disaat kesedihan tak dapat lagi dibelenggu
Sekarang, saat ini, hari minggu
Aku bersama sahabatku, dinding bisu

Selasa, 02 September 2014

Arti Sebuah Pertemuan

Kita dipertemukan untuk satu alasan
Entah untuk belajar, atau mengajarkan
Entah untuk diperjuangkan, atau diabaikan
Entah untuk jadi yang terpenting, atau sekedarnya
Dan entah untuk diingat, atau dilupakan

Tetaplah menjadi yang terbaik diwaktu itu
Lakukan dengan tulus dan ikhlas
Lakukan dengan sepenuh jiwa
Walaupun pada akhirnya, semua tidak seperti yang kita ingin
Tak apa... Karena semua ini pasti terdapat satu alasan
Alasan yang seharusnya kita cari



Kamis, 28 Agustus 2014

JARAK, RUANG DAN WAKTU

Hari ini adalah hari yang harus aku lalui
Aku tidak dapat menghindar atau pun kembali untuk kemarin
Aku harus hadapi, siap ataupun tidak itu yang harus aku jalani

Hari ini adalah awal aku tanpa kamu
Kamu yang selalu ada buat aku
Kamu yang selalu menjaga dan mendampingiku
Juga kamu yang takkan pernah lelah untuk selalu bersamaku

Jauh adalah satu pembatas antara engkau dan aku
Jauh adalah jarak yang memisahkan dirimu denganku
Dalam ruang gerak yang berbeda, dan dalam situasi yang tak sama
Waktu yang hanya mungkin bisa menghubungkan kita

Disini saat dimana kesetiaan diuji
Dimana kesetiaan tidak hanya janji
Dan disaat prasangka menjadi tiang penyangga diri
Mungkin hanya rindu yang dapat menjadi penyatu

Dan ini adalah tentang aku dan kamu, tentang kita berdua
Maaf, untuk kali ini aku tidak bisa berkata lebih
Lebih singkat dari yang biasanya
Lebih rumit dari yang kamu kira

Karena ini adalah hari terakhir,
hari terakhir aku melihatmu di hari ini
Aku harap hari diawal kita berjumpa kembali nanti,
akan datang secepat angin yang berjalan