Senin, 29 September 2014

Panas Sudah

Hari ini sangat panas
Buktinya sekarang tidak hujan
Matahari sedang gagah memancarkan dayanya dari atas sana
Hari ini tidak mendung
Buktinya aku masih melihat matahari
Matahari memang sedang memancarkan dayanya dari atas sana
Hari ini panas dan tidak hujan
Aku tau...

Karena Panas, Aku terbangun 
Resah, gelisah dan basah
Keringat membanjiri tubuh sudah
Sekejap kamar ini menjadi sauna
Kipas angin seolah tak berarti dipojok sana
Hingga tiupan angin pun juga membawa udara panas saja
Seolah semua telah bersekongkol menyiksaku
Minyiksaku dalam kegerahan ini
ohh.. sungguh panas kotaku
Sungguh panas negriku

Jikalau dunia sepanas ini, bagaimana dengan akhirat nanti??
Pagi Itu...

Pagi itu...
Ketika matahari sudah berjalan ke arah yang terang
Lalu penjual bubur ayam depan komplek sudah memukul mangkoknya dengan sendok
Serta orang yang sudah berlalu lalang lewat depan rumah

Pagi itu...
Ketika jam dinding kamar mengarah di jam 5 tepat
Lalu pompa air rumahku sudah mulai berbunyi
Dan sudah ada suara orang bernyanyi di dalam kamar mandi

Pagi itu...
Ketika alarm ku sudah bunyi
Dan aku terpaksa bangun walaupun malas
Lalu aku ambil air wudlu dan sholat

Pagi itu...
Ketika aku sudah selesai mandi dan berdandan rapi
Lalu aku buka jendela kamar, mempersilahkan masuk udara pagi
Dan aku sapa burung-burung yang sedang bernyanyi *kalo lewat*

Pagi itu...
Seperti pagi ini, seperti pagi kemarin, dan esok pun mungkin juga iya
Setiap pagi adalah awal dari lembaran hidup hari itu
Suasana hati dipagi hari akan mempengaruhi aktifitasmu hari itu

Maka dari itu, bersemangatlah disaat pagi, apapun aktifitasmu
Karena beda orang, beda pula aktifitas paginya, belum tentu sama
Senyum dan sambutlah petualangan barumu di hari itu
Pagi itu indah, pagi itu cerah.. *nggak berlaku jika waktu mendung*
HARI MINGGU

Ini hari minggu
Aku menunduk lesu menunggu kaku
Disebuah lorong biru tak berpintu
Ini hari minggu dan aku tahu
Disaat keyakinan dikalahkan oleh ragu
Disaat kesedihan tak dapat lagi dibelenggu
Sekarang, saat ini, hari minggu
Aku bersama sahabatku, dinding bisu

Selasa, 02 September 2014

Arti Sebuah Pertemuan

Kita dipertemukan untuk satu alasan
Entah untuk belajar, atau mengajarkan
Entah untuk diperjuangkan, atau diabaikan
Entah untuk jadi yang terpenting, atau sekedarnya
Dan entah untuk diingat, atau dilupakan

Tetaplah menjadi yang terbaik diwaktu itu
Lakukan dengan tulus dan ikhlas
Lakukan dengan sepenuh jiwa
Walaupun pada akhirnya, semua tidak seperti yang kita ingin
Tak apa... Karena semua ini pasti terdapat satu alasan
Alasan yang seharusnya kita cari



Kamis, 28 Agustus 2014

JARAK, RUANG DAN WAKTU

Hari ini adalah hari yang harus aku lalui
Aku tidak dapat menghindar atau pun kembali untuk kemarin
Aku harus hadapi, siap ataupun tidak itu yang harus aku jalani

Hari ini adalah awal aku tanpa kamu
Kamu yang selalu ada buat aku
Kamu yang selalu menjaga dan mendampingiku
Juga kamu yang takkan pernah lelah untuk selalu bersamaku

Jauh adalah satu pembatas antara engkau dan aku
Jauh adalah jarak yang memisahkan dirimu denganku
Dalam ruang gerak yang berbeda, dan dalam situasi yang tak sama
Waktu yang hanya mungkin bisa menghubungkan kita

Disini saat dimana kesetiaan diuji
Dimana kesetiaan tidak hanya janji
Dan disaat prasangka menjadi tiang penyangga diri
Mungkin hanya rindu yang dapat menjadi penyatu

Dan ini adalah tentang aku dan kamu, tentang kita berdua
Maaf, untuk kali ini aku tidak bisa berkata lebih
Lebih singkat dari yang biasanya
Lebih rumit dari yang kamu kira

Karena ini adalah hari terakhir,
hari terakhir aku melihatmu di hari ini
Aku harap hari diawal kita berjumpa kembali nanti,
akan datang secepat angin yang berjalan

Sabtu, 12 Juli 2014

CHILDREN OF PALESTINE

Dibawah suara tembakan, diantara gemuruh suara roket dan disekitar puing-puing reruntuhan gedung.
Dia tetap tegar, berdiri, serasa takut pun jauh berada dalam dirinya.
Dia... Mereka...
Bocah-bocah kecil yang berada di dalam sela-sela serangan agresi para tentara israel.
Bocah-bocah kecil yang terenggut dunianya oleh perang yang entah kapan berakhirnya.
Keberanian yang menggantikan kepolosan merekalah yang sering membuat aku merinding.
Aku.. yang kini udah seperempat abad, belum tentu bisa berani seperti mereka.
Mereka, bocah-bocah 5 tahunan, menantang maut melawan tentara musuh.

Batu kerikil sebagai senjata mereka.
Bersama Ketapel kayu sebagai pelontarnya.
Dengan gagahnya mereka melempari tentara dan tank-tank musuh dari jarak dekat.
Tanpa ragu mereka melawan raksasa besi dengan batu-batu kecil itu.
Jangankan terbunuh atau hancur sekalipun, Bahkan mungkin musuh mereka tidak luka dan lecet sedikitpun.
Semua yang dilakukannya bukan tiada arti.
Semua yang dilakukannya mengandung sebuah pesan kepada musuh, kepada kita, kepada dunia.
Hanya satu pesan dari mereka "LAWAN".

Apakah kalian sempat berfikir?
Darimana keberanian yang mereka dapatkan?
Apakah mereka sudah dilatih untuk berperang?
Dan apakah mereka menyadari, untuk apa sebenarnya tujuan hidup mereka?
Hidup? Berperang? Mati?
Demi sebuah kebebasan? demi membela kaumnya?
Apa mereka sudah berfikir jauh kesana?
Bisakah kita bayangkan jika kita atau anak-anak kita yang berada disana?

Maka bersyukurlah kita telah terlahir dalam kondisi yang aman dan penuh kedamaian.


Kamis, 03 Juli 2014


BACALAH AKU

Bacalah aku..
Dikala siang dan malammu
Bacalah aku..
Dikala lapangmu dan dikala sempitmu
Bacalah aku..
Dikala senang dan dikala sedihmu
Bacalah aku..
Dikala hati sedang bimbang
Dikala hati sedang risau, butuh jalan dan butuh tuntunan

Aku adalah sebaik-baiknya bacaan
Sebagai penentram jiwa, pedoman hidup
Lentera penentram hati yang tak akan padam oleh masa

Bacalah aku..
Beribu kebaikan akan selalu menyertaimu
Bacalah aku..
Walau hanya sekedar 5 menit pun
Bacalah aku..
Walau hanya sekedar 2-3 baris sahaja
Bacalah aku..
Walau hanya dengan terbata

Bacalah aku.. Bacalah aku.. Bacalah aku..

Seseringpun yang kau mau
Karena aku adalah Bacaan untukmu
Bukan sebuah pajangan atau pun tempat selipkan uang