Kamis, 28 Agustus 2014

JARAK, RUANG DAN WAKTU

Hari ini adalah hari yang harus aku lalui
Aku tidak dapat menghindar atau pun kembali untuk kemarin
Aku harus hadapi, siap ataupun tidak itu yang harus aku jalani

Hari ini adalah awal aku tanpa kamu
Kamu yang selalu ada buat aku
Kamu yang selalu menjaga dan mendampingiku
Juga kamu yang takkan pernah lelah untuk selalu bersamaku

Jauh adalah satu pembatas antara engkau dan aku
Jauh adalah jarak yang memisahkan dirimu denganku
Dalam ruang gerak yang berbeda, dan dalam situasi yang tak sama
Waktu yang hanya mungkin bisa menghubungkan kita

Disini saat dimana kesetiaan diuji
Dimana kesetiaan tidak hanya janji
Dan disaat prasangka menjadi tiang penyangga diri
Mungkin hanya rindu yang dapat menjadi penyatu

Dan ini adalah tentang aku dan kamu, tentang kita berdua
Maaf, untuk kali ini aku tidak bisa berkata lebih
Lebih singkat dari yang biasanya
Lebih rumit dari yang kamu kira

Karena ini adalah hari terakhir,
hari terakhir aku melihatmu di hari ini
Aku harap hari diawal kita berjumpa kembali nanti,
akan datang secepat angin yang berjalan

Sabtu, 12 Juli 2014

CHILDREN OF PALESTINE

Dibawah suara tembakan, diantara gemuruh suara roket dan disekitar puing-puing reruntuhan gedung.
Dia tetap tegar, berdiri, serasa takut pun jauh berada dalam dirinya.
Dia... Mereka...
Bocah-bocah kecil yang berada di dalam sela-sela serangan agresi para tentara israel.
Bocah-bocah kecil yang terenggut dunianya oleh perang yang entah kapan berakhirnya.
Keberanian yang menggantikan kepolosan merekalah yang sering membuat aku merinding.
Aku.. yang kini udah seperempat abad, belum tentu bisa berani seperti mereka.
Mereka, bocah-bocah 5 tahunan, menantang maut melawan tentara musuh.

Batu kerikil sebagai senjata mereka.
Bersama Ketapel kayu sebagai pelontarnya.
Dengan gagahnya mereka melempari tentara dan tank-tank musuh dari jarak dekat.
Tanpa ragu mereka melawan raksasa besi dengan batu-batu kecil itu.
Jangankan terbunuh atau hancur sekalipun, Bahkan mungkin musuh mereka tidak luka dan lecet sedikitpun.
Semua yang dilakukannya bukan tiada arti.
Semua yang dilakukannya mengandung sebuah pesan kepada musuh, kepada kita, kepada dunia.
Hanya satu pesan dari mereka "LAWAN".

Apakah kalian sempat berfikir?
Darimana keberanian yang mereka dapatkan?
Apakah mereka sudah dilatih untuk berperang?
Dan apakah mereka menyadari, untuk apa sebenarnya tujuan hidup mereka?
Hidup? Berperang? Mati?
Demi sebuah kebebasan? demi membela kaumnya?
Apa mereka sudah berfikir jauh kesana?
Bisakah kita bayangkan jika kita atau anak-anak kita yang berada disana?

Maka bersyukurlah kita telah terlahir dalam kondisi yang aman dan penuh kedamaian.


Kamis, 03 Juli 2014


BACALAH AKU

Bacalah aku..
Dikala siang dan malammu
Bacalah aku..
Dikala lapangmu dan dikala sempitmu
Bacalah aku..
Dikala senang dan dikala sedihmu
Bacalah aku..
Dikala hati sedang bimbang
Dikala hati sedang risau, butuh jalan dan butuh tuntunan

Aku adalah sebaik-baiknya bacaan
Sebagai penentram jiwa, pedoman hidup
Lentera penentram hati yang tak akan padam oleh masa

Bacalah aku..
Beribu kebaikan akan selalu menyertaimu
Bacalah aku..
Walau hanya sekedar 5 menit pun
Bacalah aku..
Walau hanya sekedar 2-3 baris sahaja
Bacalah aku..
Walau hanya dengan terbata

Bacalah aku.. Bacalah aku.. Bacalah aku..

Seseringpun yang kau mau
Karena aku adalah Bacaan untukmu
Bukan sebuah pajangan atau pun tempat selipkan uang





Jumat, 06 Juni 2014

MENTARIKU, MATAHARIKU


Aku memanggilmu MENTARI
Yang selalu setia menyapaku di ujung pagi
Membangunkan semangatku hari ini
Menyibakkan selimut malam dengan hiasan mimpi
Menggantikan sang rembulan tuk menyinari
Menemani aktifitasku hingga sore nanti
Membuka lembaran baru yang selalu silih berganti

Aku memanggilmu MENTARI
Kau yang selalu bersinar walau sendiri
Selalu tersenyum walau berteman sepi
Sang pemberi cahaya untuk kedua mata ini
Memperkuat kembali pandangan mata ini
Dari awal ku mulai membuka pagi
Hingga waktu senja menutup hari

Aku memanggilmu MENTARI
Kau hanya satu dan satu-satunya
Selalu tegar berdiri diatas sana
Selalu memberi apa yang semesta pinta
Sepercik cahaya untuk semesta yang manja
Memang tiada yang pernah sia-sia
Apa-apa yang telah diciptakan oleh Sang Kuasa

Senin, 26 Mei 2014

Kenangan dan Harapan


Saat kau menginjakkan kaki keluar dari pintu ini,
Kau akan meninggalkan berjuta kenangan manis dan pahit,
Meninggalkan teman dan kerabat yang dicintai,
Meninggalkan sekumpulan burung yang kini bernyanyi,
Meninggalkan ribuan jejak didalam kamar kecilmu,

Kau akan Beranjak pergi lalu berlari,
Ucapkan terimakasih kepada teman dan kerabatmu,
Ucapkan sampai jumpa kepada burung-burung yang terus bernyanyi,
Ucapkan selamat tinggal kepada dinding dan lantai kamarmu,
Katakan bahwa kau akan merindukan mereka,

Saat kau menginjakkan kaki keluar dari pintu ini,
Saat itulah kau akan menemukan arti dari kata pengorbanan,
Pengorbanan yang selalu engkau dengar dari orang-orang,
Pengorbanan yang selalu engkau lihat dari orang lain,
Pengorbanan itu kini akan engkau rasa & akan engkau jalani,

Sebuah pengorbanan untuk sedia meninggalkan kenangan masalalu,
Dan pengorbanan untuk sedia menerima dan memeluk masa depanmu,
Lupakan segala yang pernah menerpamu, jadikan dia sebagai teman perjalanan,
Sambutlah hari baru dengan sebuah harapan dan impian di masa depan,
Selalu berdoa dan bersabar dalam sebuah perjalanan yang tak tau kapan akan berakhir,

Jumat, 16 Mei 2014

Rindu Itu Kecewa

Rindu tapi kecewa
Kecewa tapi rindu
Dua hal yang berbeda ini menyatu syahdu dalam kalbuku
Aku memang rindu
Rindu untuk menyentuhmu
Rindu untuk mengingatmu
Rindu untuk merindukanmu

Aku Rindu, sangat sekali rindu
Rindu yang menyiksa namun bermakna
Rindu yang membara membakar asa
Rindu yang menjadikannya biasa menjadi cinta

Namun Rindu itu mengecewakanku
Layaknya tetesan air di tanah gurun,
Yang basah lalu mengering
Seperti kala mengunyah permen karet,
maniss, namun sekejap
Siapa yang telah mengecewakan rinduku?
Itu kamu...

Rindu ini teranjur rindu
Kecewa ini karena rindu
Aku kecewa namun rindu
Kecewaku menghapus rindu
Rinduku untukmu
Kecewaku Karenamu


Kamis, 15 Mei 2014

Aku yang No.1

Kini kau sadar dan kau mengerti
Kau memang membutuhkanku
Kau juga tlah bergantung padaku
Tiada hari yang kan kau lalui tanpa hadirku 
Pagi, siang, malam, pun hingga bertemu pagi kembali
Kau selalu mencurahkan isi hatimu padaku
Mencurahkan kesedihanmu, kegembiraanmu, dan kekesalanmu

Sadarkah kau tak bisa hidup tanpaku?

Kau akan mencariku jika aku menghilang walau sekejap
Kau akan menghubungiku jika aku tak jua datang berjumpa
Kau tak pernah sekalipun rela, jika aku disentuh yang lain
Karna kau telah menganggapku sebagai belahan jiwamu
Karna kau telah menjadikanku satu-satunya yang mengerti kamu

Mungkin kau pikir aku akan bisa balik untuk menukaimu

Aku memang senang jika kau menyukaiku
Aku memang senang jika aku mampu membahagiakanmu
Apapun yang aku punya, aku senang bisa memberikannya untukmu
Aku senang.. sangat senang..
Namun satu yang aku tidak senang terhadapmu

Dihatimu, aku telah menjadi no.1 diatas Tuhanmu

Karenaku, kau telah menduakan-Nya
Karenaku, kau telah melupakan-Nya
Karenaku, kau telah melalaikan perintah-Nya
Dan karenaku, kau seakan lupa apa itu dosa
Kesombonganmu kini telah menutupi ketaatanmu

Mungkin kau pikir kau bisa mempermainkanku, tapi sadarlah,
bahwa sebenarnya akulah yang telah mengendalikanmu