Sabtu, 24 Oktober 2015

Senyum Rindu


Hari ini, kesekian kalinya aku lewat di depan tempatmu..
Namun entah mengapa kali ini berbeda, teramat sangat..
Mungkin kamu lah yang membuatnya menjadi beda
Beda, karena ketiadaanmu dari tempat itu
Entah sengaja ataupun tidak
Kau telah membiarkan tempat itu dihuni oleh orang selain kamu,

Sebenarnya, bukan pesonamu yang aku cari
Pun tak pula ku mencari perhatian darimu
Namun senyumanmulah yang selalu membuat rindu
Senyumanmu yang membuatku ingin selalu menatapmu
Senyumanmu yang membuatku ingin kau terus berada disitu
Senyuman yang telah menjadi candu untuk diriku
Dan senyuman yang selalu membuatku untuk mencari suatu alasan agar aku dapat lewat dihadapanmu
Walau hanya sekejap, bertukar senyum lalu berlalu pergi
Setidaknya itulah hal sederhana yang selalu aku rindu,

Walau dulu pun senyum itu terasa biasa
Namun karena kebiasaan itulah yang membuatku tidak biasa tanpamu
Semenjak kau pergi, senyumku terkunci
Semenjak kau pergi, aku menjadi lupa cara untuk tersenyum
Sungguh tiada gairah lagi untuk melewati tempat itu
Tempat yang kini hampa, sepi, tanpa senyuman itu
Sedang jika aku melewati, hanya bayang dan angan yang tercipta di sela ingatanku,

Akankah aku akan melihat senyum itu lagi?
Bisakah aku melawan kerinduanku sendiri?
Haruskah aku hapus bekas yang kau tinggal pergi?
Ahh.. Tak tahulah nanti, bagaimana aku akan mencari

Sedang perkenalanpun, tiada pernah ku jalani.

Kamis, 17 September 2015

Pelangi

Maha karya indah penuh warna
Terciptakan dari seberkas cahaya,
Lalu terbiaskan oleh buliran hujan,
Hingga sejuta warna bersatu terjabarkan
Sungguh indah, oleh perpaduan warna sempurna
Karena tak satupun dari mereka yang terpisah belah

Karena tak ada keegoisan diantara mereka,
Karena mereka tercipta bukan untuk berlomba
Menjadi yang paling indah, menjadi yang tersempurna
Karena mereka sadar, mereka tercipta untuk menyatu
Menjadi sebuah legenda abadi yang selalu ditunggu
Membuang jauh individualisnya,
Demi sebuah kesan mendalam diusai hujan

Bagaimanakah dengan kita, manusia

Akankah kita bisa seperti mereka?

Jumat, 04 September 2015

Keresahan pada Masa Depan

Malam semakin larut
Seiring dengan mata ini yang enggan untuk terpejam
Bimbang... Takut... Sedih...
Semua rasa yang tergambar jelas,
dalam sebuah angan yg ku bayangkan~ saat ini..
Mau tapi tak ingin,
Tak ingin, tapi harus...
Tak ada pilihan lagi

Satu tahun sudah kini,
Lama pun tak terasa dijalani
Dari masa bertemu hingga berpisah,
Dengan berbagai proses kebersamaan didalamnya
Denganmu, dengan dia, dan dengan kalian...

Tak terbayang jika kebersamaan itu berakhir
Kalianlah teman, kalianlah sahabat dan juga keluarga
Walau waktu pertemuan kita singkat,
semoga hati kita tetaplah dekat
Kelak ingatlah, kita pernah berada dijalan yg sama
Walau mungkin nanti kita akan berada dijalur yang berbeda

Sungguh, bukan hanya kalian yang aku pikirkan...
Bagaimana dengan ku sndiri?
Jalanku? Takdirku dan nasibku?
Bagaimana nanti? Baikkah? Burukkah?

Tak ada habisnya "BINGUNG" berputar-putar di kepalaku.
Memanglah tak ada yang tau soal waktu, namun aku selalu berusa mengukir takdir terbaikku kelak,
Harapanku pun semoga begitulah dengan kalian,
Bersama menjalani takdir di garis kehidupan kita masing-masing
Semoga kita, mendapatkan sahabat dan keluarga baru kelak, tanpa melupakan kekeluargaan kita yang sekarang.

Kamis, 03 September 2015

Puisi dari Wanita Putus Asa

Lelah, hanya lelah yang kurasa
pikiranpun entah kemana
tak terlihat jalan terang disana
apakah ini yg dinamakan putus asa?

sedih, senang, kecewa senang beradu dipikiranku
apakah ini yg sedang direncanakan Tuhan untukku?
akupun tak tau
Entah baik atau pun kurang baik,
Kupasrahkan semua yang nanti akan menjadi suratanku

Minggu, 23 Agustus 2015

Kita dan Warna


Dalam hidup, kau akan dipertemukan kepada warna
Dimana warna adalah sebuah pilihan,
Kau sendirilah yang menentukan
Warna adalah bagian dari kehidupan,
Suka atau tidak, itu tergantung penilaian

Memang, warna kita pun belum tentu sama
Dimana selera menjadi penentunya
Walau warna kita tak sama
Ingatlah bahwa kita punya cinta yg sama
Cinta kepada warna, warna-warna dari pilihan kita
Warna-warna yang kita suka

Warna adalah warna,
Dimana  hitam dan putih berada didalamnya
Bersyukurlah mengenal putih,
Karena dia yang mengenalkanmu kepada pelangi
Berterimakasihlah kepada hitam,
Karena didalamnya lah kau bisa melihat
Berbagai warna yg mungkin kau sukai salah satunya

Goreskanlah penamu
Tunjukkanlah warna-warna indah itu
Hingga seluruh semestapun tau,
Kau bisa menyibakkan gelapnya mendung
menjadi sebuah pelangi yg indah
Pelangi dengan berjuta macam warna
Yang diantaranya adalah warna-warna pilihan kita
Warna-warna kehidupan kita

Terserah orang bicara apa tentang warna kita
Kitalah yg memilih,
Kitalah yg menyukai,
Bukan seperti mereka yg hanya bisa mencaci

Jumat, 14 Agustus 2015

Rasa Yang Hilang...

Aku pikir, aku telah berhasil menjaganya
Membungkusnya rapi, dan kuletakkan di tempat terindah dan teraman dalam hatiku
Namun kini tiba-tiba dia HILANG...

Mungkinkah dia jatuh di suatu tempat? Kalau iya, dimana?
Atau mungkinkah dia diambil? Kalau iya, oleh siapa?

Bertahun aku menjaganya, namun kini lepas juga
Bertahun aku menyimpannya, kini hilang dengan percuma
Kalaupun harus aku mencari, aku kan mencari, tapi kemana? Kalaupun harus ku ambil, pastilah ku ambil, tapi di mana?

Haruskah aku bertanya kepada angin dan berharap dia membisikkan padaku tentang keberadaannya?

Bilakah nanti ada yang menemukan, aku harap dia sudi mengembalikan
Bila ternyata itu diambil orang, aku harap hatiku bisa mengikhlaskan
Memang yang namanya menjaga, itu lebih sulit daripada mendapatkan

Mendapatkan memang terasa mudah karena kita tidak merasa punya beban, sedangkan menjaga, kita harus dihadapkan oleh rasa takut akan kehilangan

Ohh.. Sungguh.. Aku baru tersadar,
Bahwa memang rasa tak ada lah yang abadi,
Terlebih lagi cinta yang sejati
Kecuali cinta kepada Ilahi Robbi..

Sabtu, 01 Agustus 2015

Seberkas Sinar dan Bayangan

Rasanya baru kemaren kamu datang menjemputku, 
Dan sekarang perlahan kau mundur pergi lalu hilang,
Meninggalkan bayangan yang kini ku telan sendirian,

Jiwaku terasa tidak lengkap tanpa ruh yang kini pergi,
Jiwaku terasa hilang seperti halnya sebuah bayangan,
Yang akan nampak jika tersorot oleh seberkas sinar,

Aku ibarat sebuah bayangan, samar, bahkan tak tampak,
Aku butuh seberkas sinar, yang jelas, yang terang, yang kuat,

Jika aku benar sebuah bayangan, pastilah engkaulah yang akan menjadi sinaranku,
Membuat aku menjadi sebuah bayangan yang jelas dan utuh,

Jika aku sebuah bayangan, dan engkau sinarnya, maka jiwa ini adalah kita,
Tanpa kita jiwa takkan menjadi sempurna,
Tanpa kamu, akupun juga akan tiada,

Wahai sinarku, kepergianmu bak mentari yang slalu kurindu di pagi hari,
Kehilanganmu, menenggelamkan segala gairah jiwa yang kumiliki,
Dan kini, akan ku tunggu sinarku, agar menjadikan aku yang nyata, agar menjadikan jiwa yang sempurna,